Jawab Audit Sampling adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari 100% (seratus persen) unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tertentu



Download 14.23 Kb.
Date10.05.2020
Size14.23 Kb.
Nama : Wardatul Janah

Nim : BCA 117 265

Kelas : C (Akuntansi)

Dosen : Dr. Y. Joni Pambelum, SE, M.Si



  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sampling audit?

Jawab

Audit Sampling adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari 100% (seratus persen) unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tertentu (Pernyataan Standar Audit (PSA) N0. 26). Seksi ini memberikan panduan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sampel audit.



  1. Jelaskan mengapa auditor perlu melakukan sampling audit?

Jawab

Sampling audit memberikan panduan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sampel audit. Maka perlu di lakukan sampling audit dikarenakan Auditor seringkali mengetahui dimana saldo-saldo akun dan transaksi yang mungkin sekali mengandung salah saji. Auditor mempertimbangkan pengetahuan ini dalam perencanaan prosedur auditnya, termasuk sampling audit. Auditor biasanya tidak memiliki pengetahuan khusus tentang saldo-saldo akun atau transaksi lainnya yang menurut pertimbangannya, perlu diuji untuk memenuhi tujuan auditnya. Dalam hal terakhir ini, sampling audit sangat berguna.



  1. Jelaskan secara ringkas hal-hal apa saja yang harus diperhatikan oleh auditor dalam melaksanakan sampling audit?

Jawab

Langkah-langkah sampling dibagi dalam enam tahap, yaitu sebagai berikut:



  1. Menyusun Rencana Audit

Kegiatan sampling audit diawali dengan penyusunan rencana audit. Pada tahap ini ditetapkan: Jenis pengujian yang akan dilakukan, karena berpengaruh pada jenis sampling yang akan digunakan. Pada pengujian pengendalian biasanya digunakan sampling atribut, dan pada pengujian substantif digunakan sampling variabel.

  1. Menetapkan Jumlah/Unit Sampel

Tahap berikutnya adalah menetapkan unit sampel. Jika digunakan metode sampling statistik, unit sampel ditetapkan dengan menggunakan rumus/formula statistik sesuai dengan jenis sampling yang dilakukan. Pada tahap ini hasilnya berupa pernyataan mengenai jumlah unit sampel yang harus diuji pada populasi yang menjadi objek penelitian.

  1. Memilih Sampel

Setelah diketahui jumlah sampel yang harus diuji, langkah selanjutnya adalah memilih sampel dari populasi yang diteliti. Jika menggunakan sampling statistik, pemilihan sampelnya harus dilakukan secara acak (random).

  1. Menguji Sampel

Melalui tahap pemilihan sampel, peneliti mendapat sajian sampel yang harus diteliti. Selanjutnya, auditor menerapkan prosedur audit atas sampel tersebut. Hasilnya, auditor akan memperoleh informasi mengenai keadaan sampel tersebut.

  1. Mengestimasi Keadaan Populasi

Selanjutnya, berdasarkan keadaan sampel yang telah diuji, auditor melakukan evaluasi hasil sampling untuk membuat estimasi mengenai keadaan populasi. Misalnya berupa estimasi tingkat penyimpangan/kesalahan, estimasi nilai interval populasi, dan sebagainya.

  1. Membuat Simpulan Hasil Audit

Berdasarkan estimasi (perkiraan) keadaan populasi di atas, auditor membuat simpulan hasil audit. Biasanya simpulan hasil audit ditetapkan dengan memperhatikan/ membandingkan derajat kesalahan dalam populasi dengan batas kesalahan yang dapat ditolerir oleh auditor. Jika kesalahan dalam populasi masih dalam batas toleransi, berarti populasi dapat dipercaya. Sebaliknya, jika kesalahan dalam populasi melebihi batas toleransi, populasi tidak dapat dipercaya.

  1. Sebutkan dan jelaskan hal-hal apa saja yang dapat memengaruhi hasil sampling audit?

Jawab

Unsur-unsur yang mempengaruhi hasil sampling audit, yaitu sebagai berikut;



  1. Unit populasi

Untuk memperoleh sampel yang representatif, jumlah unit sampel berbanding lurus dengan jumlah unit populasi. Artinya, jika unit populasinya besar, maka untuk mendapatkan sampel yang representatif harus diambil unit sampel yang besar juga. Demikian pula sebaliknya, jika unit populasinya kecil, maka unit sampelnya cukup kecil saja.

  1. Standar Deviasi

Standar deviasi adalah angka yang menunjukkan jarak antara nilai rata-rata populasi dengan para anggotanya secara umum, sekaligus menunjukkan tingkat "heterogenitas/homogenitas data dalam populasi". Keterwakilan populasi dalam sampel berbanding lurus dengan nilai standar deviasi populasi. Jika standar deviasi populasinya besar, maka untuk memperoleh sampel yang representatif harus diambil jumlah sampel yang besar. Demikian pula sebaliknya, jika standar deviasi populasi kecil, maka jumlah sampel yang kecil akan cukup mewakili kondisi populasi.

  1. Tingkat Keandalan (Confidence Level)

Tingkat keyakinan adalah derajat keandalan sampel terhadap populasi yang diwakilinya, ditunjukkan oleh perkiraan persentase banyaknya populasi yang terwakili oleh sampel. Besarnya tingkat keandalan (tingkat keyakinan) ditetapkan oleh pihak yang melaksanakan sampling. Konsep tingkat keyakinan ini didasari pada pokok pikiran bahwa sampel hanya handal terhadap populasi yang diwakilinya saja. Diyakini tidak semua anggota populasi dapat terwakili oleh sampel karena biasanya sampel diambil dari anggota populasi yang banyak muncul (kelompok mayoritas). Kelompok ekstrim (minoritas) biasanya diabaikan, sehingga tidak terwakili oleh sampel.

  1. Kesalahan sampling

Ketepatan/akurasi hasil sampling (sampling precission) ditentukan oleh kesalahan sampling (sampling error).

Kesalahan sampling

Hasil sampling

Semakin kecil

Semakin tepat

Semakin besar

Semakin tidak tepat


Artinya, jika auditor menghendaki hasil sampling yang mendekati kondisi sesungguhnya, maka ia harus mengusahakan kesalahan sampling yang sekecil mungkin. Hasil ini bisa diperoleh jika ia memperluas unit sampelnya, demikian pula sebaliknya. Jadi kesalahan sampling berbanding terbalik dengan jumlah unit sampelnya.

Share with your friends:




The database is protected by copyright ©essaydocs.org 2020
send message

    Main page